oleh

Ciomas Adisatwa, Desa Talang Baru Diduga, Langgar UU Tenaga Kerja Nomor 13 Tahun 2003

Lampung Selatan, ZL – PT. Ciomas Adisatwa Lampung (CAL), yang terletak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga melakukan tindak kejahatan terhadap para tenaga kerjanya.
Informasi yang dihimpun awak media, perusahaan yang diketahui merupakan anak cabang dari PT. Japfa Comfeed Indonesia (JCI) ini, diduga memperkerjakan karyawannya tidak sesuai dengan ketentuan berdasarkan undang-undang tenaga kerja nomor 13 tahun 2003.
Menurut salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan pengolahan daging ayam tersebut mengatakan, selain upah yang mereka terima tidak sepadan, para pekerja ini juga setiap hari bekerja mencapai hingga 14 jam kerja. “Selain jam kerjanya fulltime, gaji yang kami terima hanya Rp. 1,2 juta, untuk setengah bulan (per-15 hari) sekali,” ungkapnya, sembari mewanti agar namanya tidak disebutkan dimedia ini, pada minggu (2/2/2020)
Masih kata sumber koran ini, para pekerja ini dalam satu minggu enam hari kerja, yakni pada hari senin sampai sabtu, dimulai pada pukul 07.00 wib, hingga pukul 21.00 wib. Tak hanya itu, para pekerja ini juga hingga kini tidak memiliki atau belum terdaftar pada BPJS. “Baik itu BPJS kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan, kami tidak punya,” jelasnya.
Dibeberkannya, selain tidak memiliki BPJS, para pekerja ini juga tidak diberikan jatah cuti oleh pihak perusahaan, bahkan sebelumnya PT. Ciomas Adisatwa, pernah disidak (inspeksi mendadak) dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung. “Dihadapan, petugas Disnakertrans Provinsi Lampung, kami dipaksa oleh pihak PT. Ciomas, untuk tidak menceritakan jika kami tidak memiliki BPJS dan melebihi jam kerja dalam setiap harinya,” terangnya lagi.
Sayangnya, hingga turunnya berita ini, perwakilan dari PT. Ciomas Adisatwa, belum bisa dikomfirmasi, begitu juga dengan KepalaDesa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Akhmadi, ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp pribadinya, meski dalam keadan aktif, sayangnya belum dibaca. (Raka/Hb)

Komentar