oleh

Dalih Panen Raya, Bupati Barru Kumpulkan Pejabat & Petani saat Wabah Corona

-NASIONAL-224 views

Tanete RilauBarru – Saat wabah infeksi virus Corona atau sering disingkat Covid-19 makin merebak dengan intensitas sangat tinggi di Indonesia, terkhusus di Provinsi Sulawesi Selatan, Bupati Barru, Suardi Saleh masih terus menggelar acara dengan jumlah massa yang relatif banyak. Bertajuk Panen Raya, Selasa (14/4/2020)

Bupati mengumpulkan Kepala Dinas, BPS, unsur Forkompimda, ASN dan petani di Desa Lalabata, Tanete Rilau. Sekira seratus orang berkerumun, dalam jarak yang sangat dekat menonton arahan virtual Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Dari pantauan media ini, terlihat jelas Bupati maupun stakeholders lain tidak mengindahkan physical distancing (jaga jarak aman) yang diwajibkan oleh pemerintah pusat. Bahkan, Suardi Saleh pun sama sekali tidak menaati surat edaran himbauan pencegahan penyebaran Wabah Virus Corona, Covid -19 bernomor 045/181/Adm.Pemb yang ditandatanganinya sendiri.

Menurut Zulkifli Yasin, warga Lalabata, apa yang ditunjukkan oleh Bupati dan jajarannya tak pantas untuk ditiru dan berbahaya bagi masyarakat. “Saya menyesalkan di kampung kami masih ada acara sermonial seperti itu. Mereka sama sekali tidak ada empati. Beramai-ramai dalam satu tenda. Boro-boro ada jarak aman. Saya khawatir virus akan dengan mudah menyebar,” ujar pria yang disapa Zul.

Saran Zul, Bupati tidak lagi membuat acara yang mengundang orang banyak. “Aneh memang, kita disuruh tinggal di rumah, eh pejabat malah bikin acara cukup besar di luar. Saya gagal faham. Ayo, Bupati belajar untuk mematuhi aturan yang dibuatnya sendiri,” katanya.

Kedepan, tambah Zul, jika Bupati abai dan tidak mendengar suara masyarakat, pihak kepolisian diminta untuk bubarkan acara. “Saya minta Polisi tidak pandang bulu. Bubarkan saja acara itu meski yang bikin sekelas Bupati. Karena kita ingin virus ini segera hilang dan kita bisa bekerja kembali,” tutup Zul.

Komentar