oleh

DPRD Tubaba Janji Akan Usut Tuntas Nepotisme Kepala tiyuh Penumangan

Tulang Bawang Barat, ZL, -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat, berjanji akan mengusut tuntas Kepala Tiyuh Penumangan, terkait polemik di masyarakat yang telah melakukan Nepotisme atau sistem kerajaan,karena semua aparatur tiyuh keluarganya.

” Kami akan mengusut tuntas permasalahan ini karena sikap sudah tidak bisa di tolerir, karena negara ini bukan kerajaan” Ujar Ketua Komisi III DPRD Tubaba saat di wawancarai awak media ,Jum, at (15/05/2028)

Ia menyayangkan sikap Kepalo Tiyuh Penumangan itu setelah mendengar apa yang terjadi pada struktur aparatur Tiyuh tersebut.

“Kalau berita yang saya baca, alasan Kepalo Tiyuh menunjuk anaknya menjadi bendahara Tiyuh karena sudah S2, itu cukup konyol, karena kalau bicara orang pintar dan berpendidikan banyak kok di Penumangan, bahkan ada juga profesor di Unila itu,”Tuturnya

Di tegaskannya Bawasannya dalam peraturannya, aparatur Tiyuh tidak diwajibkan lulusan pendidikan tinggi, melainkan lulusan SMA pun sudah memenuhi syarat menjadi aparatur Tiyuh.

“Tapi berdasarkan peraturan yang ada, untuk aparatur Tiyuh bisa juga diduduki yang berjenjang pendidikan minimal SMA/sederajat. Artinya, walaupun bukan anaknya yang sudah S2 itu bisa juga kan orang lain yang menjadi bendahara, karena sekali lagi saya tegaskan, orang yang berpendidikan tinggi lainnya masih banyak di Tiyuh Penumangan, dan lulusan SMA sekalipun banyak yang cakap menjadi bendahara,”paparnya

Ditempat terpisah Yantoni, selaku Ketua Komisi I DPRD Tubaba berjanji akan serius mengusut permasalahan yang ada di Tiyuh Penumangan itu. Pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh warga dengan turun langsung ke Tiyuh Penumangan.

“Kami akan segera turun langsung ke Tiyuh Penumangan, untuk mengkroscek kebenaran dari asprasi yang disampaikan ini, kebetulan hari ini kawan-kawan dari Komisi I banyak yang tidak hadir, kalau tidak memang hari ini juga kami langsung turun, tapi nanti secepatnya akan kita jadwalkan, dan setelah itu kita akan panggil Bagian Tapem, Dinas PMD dan Inspektorat untuk menghaeringkan persoalan Tiyuh Penumangan,”ungkapnya (mrw/san)

Komentar