oleh

Driver Maxim Terpukul Kenaikan BBM, Mereka ‘Curhat’ ke Rumah Siber JMSI Lampung

 

LAMPUNG.–(ZL), — Persatuan Maxim Lampung (Permala) terpukul atas kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Para wakil driver Maxim “curhat” ke Rumah Siber Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung.

Mereka mengatakan sejak kenaikan 30 persen harga BBM para driver Maxim, terutama mobil, cari uang di jalan, habis juga di jalan. “Akibat masih tarif lama, tak ada yang bisa dibawa pulang, kecuali lelahnya,” kata Ketua Permala M. Jais.

Didampingi Abu Hasan, para driver datang ke “Rumah Siber JMSI” di Jl. Pangeran M Nur, Gg Karyamuda No 2, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, Rabu (21/9/2023), pukul 14.00 WIB.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan berterima kasih para driver datang ke Rumah Siber JMSI Lampung. “Kami sebut Rumah Siber memang untuk tempat siapa pun berbagi banyak hal, konferensi pers,” ujarnya.

M. Jais mengucapkan terima kasih sudah diterima dengan baik di Rumah Siber JMSI Lampung. Dikatakannya, komunitasnya yang sudah beranggotakan 300-an driver ingin mengungkapkan kesulitan pascakenaikan BBM.

Toni Saputra mengatakan, sejak kenaikan BBM, dirinya yang biasanya dari pagi hingga malam bisa bawa pulang Rp150 ribuan. Sejak kenaikan harga BBM, bawa pulang Rp50 ribu saja sudah bersyukur, kadang zonk,” katanya.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Ditambahkan Jais, sejak kenaikan BBM dan belum adanya kebijakan penyesuaian tarif Maxim untuk mobil, masih minimal order Rp10.200.000 untuk jarak maksimal 3,6 kilometer. Mereka berharap minimal order Rp15 ribu per kilometer.

Sejak kenaikan BBM, kata M Jais, driver Maxim hanya memikirkan bensin, paket kuota, saldo, ban tipis dll. “Simalakama, tak nari tak ada harapan, narik kerap gak ada yang bisa dibawa pulang,” katanya.

Dia mewakili kawan-kawan driver sudah dua kali menghadap manajemen atau aplikator buat penyesuaian tarif. Pihak manajemen sempat menjanjikan tarif baru keluar Selasa (20/9/2022). Namun, janji itu meleset dan lobi kedua juga “dead lock”.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Oleh karena itu, Permala rencana aksi ke Kantor Maxim di Jl. Putri Balau, Kecamatan Kedamaian, Tanjungkarang Timur, Kota Bandarlampung, Kamis (22/9/2022), pukul 09.00 – 14.00 WIB.

“Kami berharap ada perhatian pihak aplikator sebagai mitra terhadap nasib kami,” kata M Jais bersama Imam H, Sidik, Harianto, dan Ridho Utama, untuk sepeda motor, tarif minimalnya sudah naik dari Rp7.900- 8900 untuk 4 km. [Rls)

Komentar