oleh

Komisi I DPRD Pesibar Akan Segera Panggil Semua Pihak, Terkait Gagalnya Program Pamsimas di Menyancang

Krui, (ZL) – Gagalnya Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Pekon Menyancang, Kecamatan Karya Penggawa mendapatkan sorotan Tajam Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD (DPRD) Pesisir Barat.

Pasalnya, Pamsimas yang dibangun pada tahun 2019 silam dan Menelan Anggaran APBN senilai Rp. 245.000.000 (Dua Ratus Empat Puluh Lima Juta Rupiah) serta Dana Desa (DD) senilai Rp.80.000.000 (Delapan Puluh Juta Rupiah) hingga saat ini tidak berfungsi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berada di Pemangku Tanjung Agung I.

Menanggapi Keluhan Masyarakat Pekon Menyancang yang di sampaikan melalui Pemberitaan di Media Massa, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Barat berjanji akan memanggil Semua Pihak Terkait Gagal nya Pelaksanaan Pembangunan Program Pamsimas di Desa setempat.

Baca Juga:  Hari Pertama Masuk Sekolah, Wabub Pesibar Kunjungi SMPN 1 Krui

Hal itu disampaikan langsung oleh Anggota Komisi I DPRD Pesisir Barat, Ahmad Muhyan ketika ditemui sejumlah awak media diruang kerjanya pada, senin (7/6/2021).

” Kami dari komisi I DPRD Pesibar dalam waktu dekat akan menjadwalkan Pemangilan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Pamsimas, mulai dari Peratin, KKM, Pendamping dan Pihak terkait, ” Jelasnya.

Sebab, Menurut Wakil Rakyat Dari Partai Perindo ini, Pembangunan Pamsimas di Pekon Menyancang pada tahun 2019 itu juga menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) senilai Rp.80.000.000 harus memiliki kejelasan penggunaan nya.

Baca Juga:  Pemkab Pesisir Barat Terima Kunjungan Kerja Pemkab Muara Enim.

Diberitakan sebelumnya, Sejak di bangun Pada tahun 2019 silam, Program Pamsimas di Pekon Menyancang yang menelan Anggaran Ratusan Juta Rupiah terkesan sia-sia serta tidak dapat dirasakan oleh masyarakat setempat, sebab Program yang di kucurkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui direktorat Jendral Cipta Karya hanya mengalir dua (2) hari saja, itupun saat Uji Coba.

Bahkan Tokoh Masyarakat Menyancang, Mrahhadin menilai program pamsimas di desanya itu merupakan proyek yang gagal, sebab sejumlah masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengatakan 1 hari pun air bersih itu tidak pernah mengalir apa lagi dipakai.

Lebih parahnya lagi , diduga dari mulai perencanaan awal pembangunan Pamsimas ini sudah salah, sebab Warga Pemangku I Tanjung Agung yang tidak ingin di sebut namanya mengaku Air yang dialirkan ke sambungan rumah warga bersumber dari air yang tidak higienis, sebab sumber air itu diambil dari Aliran Sungai yang berada di Pekon Penggawa V Ulu untuk mengalirkan air ke sawah warga bukan bersumber dari mata air.

Baca Juga:  Ratusan Calon Peratin di Pesisir Barat Ikuti Deklarasi Damai Pemilihan Peratin Serentak.

Sehingga untuk di konsumsi air dari pamsimas ini sangat tidak layak, sebab sumber air yang di ambil merupakan aliran sungai yang biasa di gunakan mayarakat yang berada di hulu untuk membuang Hajat seperti, Pembuangan MCK yang terhubung langsung dengan saluran air. (Pras/Agus/TIM)

Komentar