oleh

“Maaf Mas Ada Pemeriksaan BPK” Puluhan Awak Media Bandar Lampung Gigit Jari

Bandarlampung,—Puluhan awak media keluhkan atas tidak ada pencairan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung digeruduk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Lampung.

Akibat adanya pemeriksaan dari BPK hingga proses pencairan advertorial puluhan media online dan cetak terpaksa terhambat, diundur tanpa ada kejelasan yang pasti.

Menurut salah satu pemilik media online di Lampung menilai, keberadaan BPK perwakilan Provinsi Lampung disaat hari-hari terakhir menjelang liburan panjang syarat kepentingan.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

“Kok mau lebaran BPK memeriksa, kenapa bukan dari jauh hari, ini pasti ada sesuatunya,” jelas pemilik media yang enggan disebutkan namanya, Rabu (20/5/2020).

Sumber lain pemilik media online di Lampung juga angkat bicara, para pemilik media ini berasumsi bahwasanya kedatangan BPK di gedung DPRD provinsi Lampung penuh tanda tanya.

“Pasti ada sesuatu dibalik pemeriksaan dadakan seperti ini. Kemarin ga ada pemeriksaan, tetapi mendekati libur, mereka (BPK) tiba-tiba memeriksa, apalagi mau lebaran, pandemi pula,” ujarnya.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Hingga berita ini diturunkan, Kasubag Humas Perwakilan BPK RI Lampung, Teguh, ketika awak media konfirmasi terkait hal tersebut, tidak kooperatif, bahkan ketika dihubungi melalui panggilan telepon tidak ada jawaban, serta pesan melalui WhatsApp hanya di read tanpa ada balasan.

Sementara Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Tina Malinda mengatakan, kehadiran BPK Perwakilan Provinsi Lampung melakukan pemeriksaan memang dimulai pada saat bulan Mei 2020.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

“Hanya saja lebaran tahun lalu bulan Juli. Inikan lebaran maju, bertepatan dengan lebaran,” ujarnya kepada beberapa awak media. (Red)

Komentar