oleh

Mengenal Profesi “Pekerja Sosial” di Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Indonesia

 

Kotabumi. ZL
Profesi Pekerja Sosial tentunya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, namun masih banyak dari masyarakat yang belum memahami fungsi dan peran pekerja sosial di dalam mekanisme sistem peradilan pidana anak yang ada di Indonesia.

“Kalau kita merujuk pada Pasal 68 ayat 1 UU No 11 Tahun 2012 disana menjelaskan mengenai tugas pekerja sosial profesional dan tenaga kesejahteraan sosial adapun tugasnya adalah, mendampingi Anak dengan melakukan konsultasi sosial dan mengembalikan kepercayaan diri anak memberikan pendampingan dan advokasi Sosial, ujar Tirta Gautama, S.H.,M.H salah satu pekerja sosial dengan wilayah kerja Kabupaten Lampung Utara via whattsap pribadinya, Kamis (19/3).

Lebih jauh dirinya menerangkan, pekerja sosial dalam peradilan pidana anak juga harus mampu menjadi sahabat bagi anak yang sedang di dampingi dan mampu mendengarkan pendapat anak, menciptakan suasana kondusif, membantu proses pemulihan dan perubahan perilaku anak, membuat dan menyampaikan laporan kepada Pembimbing Kemasyarakatan mengenai hasil bimbingan terhadap anak yang berdasarkan putusan Pengadilan dijatuhi pidana atau tindakan, paparnya.

Memberikan pertimbangan kepada aparat penegak hukum untuk, penanganan rehabilitasi sosial Anak, mendampingi penyerahan Anak kepada orang tua, atau lembaga pemerintah serta melakukan pendekatan kepada masyarakat agar bersedia menerima kembali Anak dilingkungan sosialnya, tambah Tirta.

Selain penjelasan pada pasal 68 UU No 11 tahun 2012 tentang SPPA, pekerja Sosial juga dilibatkan dalam proses diversi (Pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana), dalam pasal 8 mengatakan bahwa proses diversi dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan anak beserta orang tua atau walinya pekerja sosial profesional berdasarkan pendekatan Keadilan Restoratif, terangnya. (dhi)

Komentar