oleh

Merasa terancam Sekretaris PBDI laporkan Kadisporapar Lampura ke Polres

Lampung Utara. ZL Merasa terancam Sekretaris Persatuan Drum Band Indonesia (PBDI) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Amin Syukri melaporkan Kepala Dinas (Kadis) Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Ilham Akbar ke Kepolisan Resort (Polres) Lampura.

Laporan yang disampaikan Amin Syukri ke Polres Lampura atas dasar perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Kadisporapar, Dengan laporan bernomor : LP / 482 / B / V / 2020 / POLDA LAMPUNG / SPKT RES LU, pertanggal 20 Mei 2020.

“Awal mulanya pada malam rabu kemarin staf dari Disporapar ibu Yulinar datang kerumah memberitahukan bahwa saya diminta untuk datang ke kantor pada esok hari untuk mengantarkan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan saya bandar lampung, di karenakan orang keuangan sedang ada pemeriksaan oleh BPK Provinsi Lampung dan orang keuangan butuh dokumen tersebut yang berkaitan dengan kegiatan PBDI”, kata Amin syafri ketika di konfirmasi awal mula kronologi kejadian dikediamannya, Kamis (21/5/2020).

Akan tetapi, lanjutnya, jika pagi hari dirinya menjelaskan tidak bisa hadir ke kantor Disporapar karena akan ada mitra bisnis yang bersangkutan datang ke kediamannya pukul 13:00, namun dirinya memastikan jika jam 14:00 ia akan datang ke kantor Disporapar mengantarkan Dokumen yang diperlukan, ucapnya.

“setelah itu ibu yulinar menelpon kembali memberitahukan bahwa dirinya bersama Kadisporapar sudah berada di depan rumah, selanjutnya mereka saya persilakan masuk kedalam rumah tetapi tidak mau masuk sembari berkata didepan saja pak Amin, ketika ia keluar melalui ruangan keluarga untuk kedepan rumah menemui Kadispora bersama ibu yulinar, seketika itu juga di depan halaman rumah Kadisporapar spontan langsung berkata, apa maksud kamu tidak mau mengantarkan berkas itu”, papar Amin Syafri.

Melihat hal itu saya merasakan bingung ada apa dengan perkataan Kadisporapar, kemudian timbulah ketegangan didepan halaman rumah dan berancang – ancang seperti mau akan melakukan sesuatu, dan syukur tidak terjadi apa – apa, selanjutnya setelah mereka pergi dirinya langsung melakukan pelaporan ke pihak berwajib untuk meminta perlindungan, ujarnya.

Terpisah Kadisporapar Lampura Ilham Akbar yang dihubungi melalui pesan WhatsApp mengungkapkan, apa yang terjadi dikediaman Amin syafri hanya sebatas masalah kedinasan dan saya datang untuk mempertanyakan kejelasan tentang dokumen tersebut, betul nadanya tinggi tapi tidak ada pengancaman atau bahkan ada unsur main tangan disana, tutur Ilham Akbar.

“apa yang menjadi dasar laporan itu terlalu mangada-ada, sebab dokumen yang dimaksud sedang ditunggu BPK di Bandar Lampung dan itu ada hubungannya dengan dia, Itukan kerabatnya yang punya kegiatan makanya coba kita bantu seharusnya ada timbal baliknya dan saya kesana wajar-wajar saja menayakan tentang dokumen tersebut”, sambungnya.

tentang langkah apa yang akan dilakukan dirinya atas laporan yang di sampaikan Amin syafri, Kadispora mengutarakan akan melihat terlebih dahulu perkembanganya seperti apa kedepanya setelah itu barulah dirinya akan mengambil langkah apa nantinya.

“kita percayakan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib mengenai proses hukumnya yang nanti akan menghasilkan hasil yang terbaik untuk kebenaran” pungkas Ilham Akbar”.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Lampura AKP. Mukhammad Hendrik Apriliyanto ketika dikonfirmasi media ini mengatakan, belum mengetahui sejauh mana sampai hari ini perkembanganya dikarenakan belum memonitor. (dhi)

Komentar