oleh

Pemkab Lampura siap lakukan mediasi dengan para tokoh masyarakat kota alam, terkait dijadikanya Gedung Islamic Center tempat isolasi PDP covid-19,

Kotabumi. ZL Tentang adanya rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) akan menjadikan Gedung Islamic Center sebagai tempat isolasi untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, menuai kehawatiran dari sejumlah tokoh adat, pemuda dan warga sekitar.

Menyikapi polemik hal tersebut Plt. Bupati Lampura Budi Utomo., SE., MM., ketika ditemui di kediaman pribadinya, Kamis (9/4) mengatakan, sampai saat ini dirinya belum mengetahui tentang adanya penolakan dari para tokoh beserta masyarakat Kelurahan kota alam atas di jadikanya Gedung Islamic Center tempat isolasi untuk Pasien Covid-19.

“Akan tetapi kami pihak pemerintah bersama
Forkopimda dan tim gugus tugas covid-19 siap melakukan mediasi dengan para tokoh adat,agama,pemuda beserta warga masyarakat Kelurahan Kota alam duduk bersama membicarakan persoalan ini, untuk mecarikan solusi jalan keluar terbaik secara bersama – sama, Ujar Plt. Bupati.

Baca Juga:  LP Kelas II A Lampura Gelas Jumpa Pers Terkait Berita Hoax Yang Beredar

Ditempat terpisah Firmansyah Gelar Sutan Mangku bumi salah satu tokoh adat setempat pada saat dijumpai mengutarakan, tentang adanya rencana Gedung Islamic Center¬†yang akan dijadikan tempat isolasi untuk Pasien Covid-19, “kami menyatakan baik tokoh adat ataupun tokoh pemuda menolak keras terkait rencana dari Pemda Lampura itu”.

Mengingat Gedung Islamic Centre yang berdekatan denga pusat perdagangan pasar sentral Kotabumi, tentunya kita ketahui bersama kepadatan dan ramainya para warga yang datang ke pasar sentral, ditambah lagi pembuangan air libahnya mengalir ke belakang pasar sentral itu sendiri, Kata Firmansyah.

Baca Juga:  LP Kelas II A Lampura Gelas Jumpa Pers Terkait Berita Hoax Yang Beredar

Masih kata Firmansyah, apa lagi kami juga warga yang jaraknya tidak jauh dari Gedung Islamic Centre tidak pernah tau tentang status dalam penanganan covid-19 itu apa, “apakah berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) ataukah orang tersebut berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), karena sebelumnya tidak pernah ada sosialisasi pemberitahuan dari Pemda ataupun Kelurahan kota alam mengenai rencana akan di jadikannya gedung Islamic Center sebagai tempat penanganan covid-19.

Sampai saat ini kami sudah mengumpulkan sebanyak empat ratus tanda tangan dari para warga masyarakat, yang menyatakan rasa keberatan atas di jadikanya gedung Islamic Center sebagai tempat penanganan covid-19, ditambah lagi belum ada sama sekali penyemprotan disinfektan di rumah – rumah warga, paparnya.

Baca Juga:  LP Kelas II A Lampura Gelas Jumpa Pers Terkait Berita Hoax Yang Beredar

Maka dari ini dirinya berharap kepada Pemda Lampura, supaya segera mencarikan solusi terbaik dalam menangani persoalan ini, karena tidak baik jika penangananya di tengah pusat keramaian. “Marilah kita duduk bersama membicarakan apa jalan keluarnya, tanpa adanya musyawarah ia menilai tidak akan menemui titik terang untuk menangani wabah virus Covid-19, ungkapnya. (dhi)

Komentar