oleh

Satu ODP Covid 19 Lampung Meninggal

BANDAR LAMPUNG – Ini bukti jika virus Corona sangat berbahaya. Meski berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, namun virus ini tidak bisa diabaikan. Seperti ODP di Lampung.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung melaporkan satu ODP meninggal dunia, Sabtu (9/5/2020).

Diketahui, ODP di Lampung hingga hari ini tercatar sebanyak 3.038 orang, 2.894 orang di antaranya telah selesai dipantau selama 14 hari, 142 lainnya masih dilakukan pemantauan dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung dan dua meninggal.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengungkapkan identitas dan riwayat satu ODP yang meninggal.

“ODP tersebut seorang perempuan berusia 65 tahun dan berasal dari Kabupaten Pringsewu,” kata dia, melalui video yang dikirim ke WhatsApp Group (WAG) info resmi ‘Covid-19 Provinsi Lampung’, Sabtu malam.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Reihana pun menguraikan riwayat pasien tersebut.

“Kronologisnya, pada 24 April 2020 pasien ini datang ke Rumah Sakit swasta di Bandar Lampung, dengan keluhan lemah anggota gerak sebelah kanan dan nyeri kepala,” jelasnya.

Kemudian pasien tersebut langsung dilakukan CT-Scan di kepalanya.

“Hasilnya, sudah kronik luas dan edema hemicerebrum kiri dari hasil laboratorium tersebut,” terang Reihana.

Selanjutnya, pada 7 Mei 2020, pasien direncanakan akan dioperasi.

Baca Juga:  Senator Bustami Zainudin: Hari Guru Nasional 2022 Momentum Kebangkitan Pendidikan Indonesia

“Namun belum dapat dilaksanakan karena trombositnya di bawah 50 ribu,” ungkap Reihana.

Lalu, pasien tersebut dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reaktif atau positif Covid-19, sehingga disarankan untuk pengambilan swab dan dipindahkan ke Ruang Isolasi.

“Selama perawatan di Ruang Isolasi kondisi pasien menurun hingga melemah,” ujar Reihana.

Pada 9 Mei 2020, kesadaran pasien tersebut menurun dan pada hari itu juga dinyatakan meninggal dunia (***red)

Komentar