oleh

Tirta Gautama : Perdamaian Boleh Saja, Namun Proses Hukum Tetap Harus Berjalan

 

Lampura—(ZL),—Menanggapi berita dari beberapa Media yang mewartakan bahwa ada nya perdamaian antara Oknum Ketua Ormas PP Way Kanan dengan Salah satu Wartawan di Lampung Utara terkait masalah menghalangi kerja jurnalistik dan penganiayaan membuat Akademisi dan Praktisi Hukum Tirta Gautama, S.H.,M.H angkat bicara melalui telepon selulernya, Senin (23/3)

“Terkait pemberitaan rekan rekan media akhir akhir ini tentang adanya perdamaian antara Oknum Ketua Ormas PP Way Kanan dengan salah satu Wartawan tentang adanya masalah menghalangi kerja jurnalistik dan penganiayaan, saya rasa kita bisa menanggapi hal ini dengan arif dan bijaksana”, pinta Tirta.

Yang namanya perdamaian itu boleh boleh saja, dan saya rasa itu hal yang baik bagi hubungan individu atau person masing masing, namun kita harus selalu ingat bahwasanya Negara kita adalah Negara Hukum, dan Panglima tertinggi kita juga adalah Hukum, tambahnya.

Kalau memang benar telah terjadi kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak saya rasa itu bukan suatu alasan sebagai penghapusan pidana atau menghentikan proses hukumnya, katanya.

Karena proses perdamaian itu bukan salah satu unsur untuk dapat menghapuskan pidana, kecuali di atur di dalam Undang undang yang lain. Perdamaian di perbolehkan yang sifatnya pribadi, dan nanti mungkin akan menjadi salah satu pertimbangan hakim untuk memberikan sanksi yang lebih ringan terhadap terdakwa, jelas Tirta.

Dalam hal ini saya juga sangat mengharapkan kepada aparat Kepolisian Polres Lampung Utara untuk dapat mengklarifikasi atas rumor yang beredar bahwa adanya perdamaian dengan menggunakan mahar sejumlah uang, yang di lansir oleh beberapa media, biar tidak menjadi rancu kalaupun memang ada perdamaian dan permasalah ini di hentikan, pihak Kepolisian pun juga harus bisa klarifikasi dan menjelaskan tentang dasar hukum mengenai hal tersebut, harapnya. (dhi)

Komentar